Inspirasi dari Seorang Guru Een Sukaesih

gambar : news.liputan6.com
Melalui pemberitaan disejumlah media masa baik media cetak maupun media elektronik diberitakan tentang sosok seseorang yang bernama Een Sukaesih, yang muncul kepermukaan sebagi sosok guru dan pengabdi kepada masyarakat, tak kurang Presiden SBY berkenan untuk menerima, menemui serta memberikan simpati atas apresiasinya.
Een Sukaesih, lulus tahun 1985 dari program D-3 jurusan Bimbingan dan konselig IKIP Bandung yang sekarang dikenal dengan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), kemudian diangkat sebagai guru BK di SMA Negeri Sindanglaut Cirebon. Takdir berkehendak lain, tugasnya sebagai guru hanya dia jalani kurang lebih 2 minggu saja karena sakit lumpuh toal yang dideritanya, namun kekurangan yang dideritanya tidak mengurangi semangatnya sebagai seorang pendidik dengan mendidik anak-anak warga disekitar tempat tinggalnya, telah banyak anak yang dia didik bahkan mereka selalu mendapat predikat terbaik disekolahnya. Adalah seorang Confisius seorang filsuf Cina pernah mengunkapkan bahwa apabila kebaikan telah tertanan di dalam hati atau kalbu, maka akan terbentuk kecantikan dalam karakter (akhlak mulia), apabila telah ada kecantikan dalam karakter, maka akan terjadi harmoni dalam keluarga, apabila terlah terjadi harmoni dalam keluarga maka akan terjadi keteraturan dalam masyarakat dan bangsa, dan apabilaterjadi keteraturan  dalam berbangsa maka akan terjadi kedamaian di dunia. Ungkapan tersebut dinilai oleh Bapak Mohammad Surya, anggota DPD RI sebagai suatu pesan bahwa kebajikan dalam kalbu seorang guru Een Sukaesih merupakan kekuatan dirinya untuk mengabdikan diri sebagai guru meskipun dalam keadaan lumpuh. Dalam kesempatan yang sama beliau menyebut ibu Een Sukaesih sebagai sosok "guru kalbu" yaitu guru yang melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan ketulusan hati bersumber dari kebajikan kalbunya yang paling dalam. Beliau juga menambahkan bahwa guru kalbu adalah derajat yang paling tinggi dalam empat kategori guru, yaitu :
  1. Guru Aktual, adalah guru yang bertugas sebagaimana mestinya namun hanya karena tuntutan formal seorang guru.
  2. Guru Harmonis, adalah guru yang mampu memanipulasikan kondisi dirinya untuk tampil sebagai guru yang baik.
  3. Guru Karakter adalah sosok guru yang mewuju berbasis karakter yang melekat dalam dirinya sebagai bagian dari keseluruhan kepribadiannya yang telah terbentuk sejak masa kecil dan bukan terbentuk karena pelatihan.
  4. Guru Kalbu, sosok guru yang penampilannya berbasis kualitas kalbu, hatinya tulus dan ikhlas sehingga menjadi guru adalah bagian dari kebajikan yang tertanam dalam kalbunya.
Pada post yang lain, penulis pernah membahas bahwa guru adalah sebuah pilihan atau jalan hidup dan bukan lah profesi, tempat dimana seorang guru mencari nafkah. Pemberian gaji dan bermacam-macam tunjangan dll dari pemerintah sebagai bentuk perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan guru, tidak lebih dari sekedar bentuk penghargaan dan bukanlah kompensasi dari tugas yang telah dilaksanakan.
Sangat miris apabila penulis coba bandingkan disatu sisi ada seorang guru yang bernama Een Sukaesih yang dalam segala keterbatasan yang dimilikinya, dia tetap bisa menjaga idealisme nya sebagai seorang guru dan pendidik dengan tetap menjalankan tugasnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa namun disisi lain berbondong bondong ratusan atau bahkan ribuan orang guru berdemo diberbagai daerah menuntut diangkat sebagai guru PNS.
Sekali lagi, guru bukanlah profesi tempat kita mencari nafkah, tapi guru adalah pilihan hidup tempat kita menampilkan kemampuan dan idealisme sebagai seorang pendidik.

Terima kasih Ibu Een Sukaesih atas inspirasinya.

1 comment:

  1. Saya sangat terharu ketika menonton profil sosok beliau di tv. Perempuan guru yang sangat luar biasa.

    ReplyDelete

Terima kasih untuk comment dengan bahasa yang baik dan sopan